PEMASARAN SOSIAL JASA ASUHAN
KEBIDANAN
I.
DEFINISI
Pemasaran di identik dengann Proses perdagangan barng
yang diorentasikan sbg preoses jual beli dan tawar menawar. Sehingga pemasaran
kadang menjadi hal yang terlupakan ketika kita membahas tentang penyediaan
jasa.
Dalam penyediaan jasa asuhan kebidanan tentunya bidan
perlu memiliki pengetahuan tentang pemasaran sosial jasa asuhan kebidana secara
lebih mendalam. Dalam hal ini pemasaran sosial dapat diartikan sebagai suatu
kegiatan menjual produk yang berupa komoditi tertentu seperti pelayanan, ide
atau gagasan dengan mengaitkan pada kebutuhan atau minat masyarakat.
Pemasaran juga merupakan hal yang sangat penting bagi seorang
bidan dalam penyediaan jasa dalam bentuk pelayanan maupun asuhan kebidanan.
Oleh karena itu yang dipasarkan berupa cara hidup sehat, pandangan atau nilai,
dan bakunya suatu barang / jasa, pemasaran ini dikenal dengan sebutan pemasaran
sosial. Sasaran khusus dalam pemasaran jasa asuhan kebidanan adalah Ibu hamil,
Ibu bersalin, Ibu nifas, Bayi, Balita, Calon pengantin, Pasangan usia subur,
wanita usia menopause dan lanjut usia.
Defenisi pemasaran menurut beberapa ahli adalah
sebagai berikut:
1. Sumarni dan Soeprihanto (1995 )
Pemasaran adalah suatu sistem keseluruhan dari
kegiatan bisnis yang ditujukan untuk merencanakan, menentukan harga,
mempromosikan dan mendistribusikan barang dan jasa yang memuaskan.
2. WY. Stanton (1997 )
Pemasaran adalah
sesuatu yang meliputi seluruh sistem yang berhubungan dengan tujuan dari sebuah
perencanaan dan penentuan harga sampai dengan promosi dan distribusi barang dan
jasa yang bisa memuaskan kebutuhan pembeli.
3. Trioso Purnawarman (2001 )
Pemasaran adalah
suatu proses sosial dan manajerial dimana individu dan kelompok mendapatkan
kebutuhan dan keinginan mereka dengan menciptakan, menawarkan dan bertukar
sesuatu yang bernilai satu sama lain.
4. Philip Kotler (Marketing)
Pemasaran adalah kegiatan manusia yang diarahkan untuk
memenuhi kebutuhan dan keinginan melalui proses pertukaran.
5. Philip Kotler dan Amstrong
Pemasaran adalah sebagai suatu proses sosial dan
managerial yang membuat individu dan kelompok memperoleh apa yang mereka
butuhkan dan inginkan lewat penciptaan dan pertukaran timbal produk,nilai dengan orang lain.
Dari beberapa defenisi diatas dapat disimpulkan bahwa
pemasaran merupakan suatu kegiatan atau proses tukar menuikar yang dapat
memberikan nilai baik bagi konsumen maupun produsen sehingga dapat tercipta
serangkaian kegiatan dari perencanaan, pelaksanaan, evaluasi serta pemantauan.
II.
KONSEP PEMASARAN
Konsep-konsep inti pemasaran meluputi: kebutuhan, keinginan, permintaan, produksi, utilitas, nilai dan kepuasan; pertukaran, transaksi dan hubungan pasar, pemasaran dan pasar. Kita dapat membedakan antara kebutuhan, keinginan dan permintaan. Kebutuhan adalah suatu keadaan dirasakannya ketiadaan kepuasan dasar tertentu. Keinginan adalah kehendak yang kuat akan pemuas yang spesifik terhadap kebutuhan-kebutuhan yang lebih mendalam. Sedangkan Permintaan adalah keinginan akan produk yang spesifik yang didukung dengan kemampuan dan kesediaan untuk membelinya.
Konsep-konsep inti pemasaran meluputi: kebutuhan, keinginan, permintaan, produksi, utilitas, nilai dan kepuasan; pertukaran, transaksi dan hubungan pasar, pemasaran dan pasar. Kita dapat membedakan antara kebutuhan, keinginan dan permintaan. Kebutuhan adalah suatu keadaan dirasakannya ketiadaan kepuasan dasar tertentu. Keinginan adalah kehendak yang kuat akan pemuas yang spesifik terhadap kebutuhan-kebutuhan yang lebih mendalam. Sedangkan Permintaan adalah keinginan akan produk yang spesifik yang didukung dengan kemampuan dan kesediaan untuk membelinya.
Konsep
pemasaran mengatakan bahwa kunci untuk mencapai tujuan organisasi terdiri dari
penentuan kebutuhan dan keinginan pasar sasaran serta memberikan kepuasaan yang
diharapkan
Konsep dilakukan dengan berbagai cara yaitu:
1. Temukan
keinginan pasar dan penuilah.
2. Buatlah apa yang dapat dijual dan jangan berusaha
menjual apa yang dibuat.
3. Cintailah pelanggan bukan produk anda.
4. Lakukanlah menurut cara anda. (Burger King)
5. Andalah yang menentukan. (United Airlines)
6. Melakukan segalanya dalam batas kemampuan untuk
menghargai uang pelanggan yang sarat dengan nilai, mutu dan kepuasan. (JC. Penney)
III.
MANAJEMEN PEMASARAN
Manajemen pemasaran berasal dari dua kata yaitu manajemen dan pemasaran. Menurut Kotler dan Armstrong pemasaran adalah analisis, perencanaan, implementasi, dan pengendalian dari program-program yang dirancang untuk menciptakan, membangun, dan memelihara pertukaran yang menguntungkan dengan pembeli sasaran untuk mencapai tujuan perusahaan. Sedangakan manajemen adalah proses perencanaan (Planning), pengorganisasian (organizing) penggerakan (Actuating) dan pengawasan.
Jadi dapat diartikan bahwa Manajemen Pemasaran adalah sebagai analisis, perencanaan, penerapan, dan pengendalian program yang dirancang untuk menciptakan, membangun, dan mempertahankan pertukaran yang menguntungkan dengan pasar sasaran dengan maksud untuk mencapai tujuan – tujuan organisasi.
Manajemen pemasaran berasal dari dua kata yaitu manajemen dan pemasaran. Menurut Kotler dan Armstrong pemasaran adalah analisis, perencanaan, implementasi, dan pengendalian dari program-program yang dirancang untuk menciptakan, membangun, dan memelihara pertukaran yang menguntungkan dengan pembeli sasaran untuk mencapai tujuan perusahaan. Sedangakan manajemen adalah proses perencanaan (Planning), pengorganisasian (organizing) penggerakan (Actuating) dan pengawasan.
Jadi dapat diartikan bahwa Manajemen Pemasaran adalah sebagai analisis, perencanaan, penerapan, dan pengendalian program yang dirancang untuk menciptakan, membangun, dan mempertahankan pertukaran yang menguntungkan dengan pasar sasaran dengan maksud untuk mencapai tujuan – tujuan organisasi.
IV. TUJUAN PEMASARAN
Pemasaran social mempunyai tujuan sebagai berikut:
1.
Memberikan pelayanan yang bermutu yang dibutuhkan masyarakat.
2.
Memberikan pelayanan sesuai dengan standart praktik, keterampilan yang mantap (
dalam memberikan pelayanan kepada klien ).
3.
Manurunkan sensitivitas klien pada tarif.
4.
Rekomendasi ( pemasaran ) gratis dari mulut ke mulut.
5. Menghemat
biaya pemasaran.
6. Penurunan
biaya melayani klien yang sudah mengenal baik sistem pelayanan.
7.
Peningkatan pendapatan
V. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI
Faktor-faktor yang mempangaruhi pemasaran yaitu:
1.
Kebutuhan, Keinginan dan permintaan.
Ada
perbedaan antara kebutuhan, keinginan, dan permintaan.
kebutuhan
manusia (human needs) adalah keadaan dimana manusia merasa tidak memiliki
kepuasan dasar atau kepuasan yang dimiliki seseorang tersebut tidak terbatas.
Kebutuhan tidak diciptakan oleh masyarakat atau penyedia barang atau jasa,
namun sudah ada dan terukir dalam hati setiap individu.
Keinginan
(wants) adalah hasrat akan suatu hal sesuai dengan kebutuhannya tersebut.
keinginan manusia dibentuk oleh kekuatan dan institusi sosial.
Permintaan
(demans) adalah keinginan akan sesuatu yang didukung dengan kemampuan serta
kesediaan membelinya. Keinginan menjadi permintaan bila di dukung dengan daya
beli.
Perbedaan
ini bisa menjelaskan bahwa penyedia barang/jasa mempengaruhi keinginan dan
permintaan dengan membuat suatu produk yang cocok, menarik, terjangkau dan
mudah di dapatkan oleh pelanggan yang dituju.
2. Produk
Produk merupakan sesuatu yang dapat ditawarkan untuk
menuaskan suatu kebutuhan dan keinginan masyarakat.
3. Transaksi
Transaksi
merupakan proses seseorang mendapatkan produk baik dengan memproduksi sendiri,
pemaksaan, meminta maupun pertukaran.
4.
Pertukaran
Pertuakaran
merupakan tindakan memperoleh barang yang dibutuhkan atau dikehendaki seseorang
dengan menawarkan suatu imbalan.
5. Pasar.
Pasar
terdiri dari semua pelanggan yang potensial memiliki kebutuhan yang sama dan
bersedia dan mampu melaksanakan pertukaran untuk memenuhi kebutuhan tersebut.
VI. PERANAN
Peran pemasaran dalam pelayanan kesehatan adalah
untuk:
1.
Menciptakan diferensiasi. Agar dapat bersaing dengan profesi lain, bidan di
tuntut mampu memberikan pelayanan yang beragam (tanpa menyimpang dari
kewenangan yang diberikan).
2. Manajemen
kualitas pelayanan. Melalui proses pemasaran, bidan akan mampu mengevaluasi
diri mengenai kelebihan dan kekurangan pelayanan kesehatan yang ia tawarkan
kepada klien sehingga ia dapat meningkatkan kuwalitas pelayanan yang di
berikan.
3.
Meningkatkan produktifitas tenaga kesehatan di tuntut untuk memperluas wAwasan
keilmuan serta ketrampilan teknisnya sehingga dapat meningkatkan kwalitas
pelayanan yang di berikan kepada klien.
VII.KOMPONEN
Pemasaran dilaksanakan berdasarkan 5 konponen yang
terkenal dengan istilah 4P 1C yaitu:
1. Product
Adalah
pelayanan yang disediakan, didefenisikan sebagai objek fisik, pelayanan
organisasi, dan ide.
2. Price
Adalah harga
yang ditetapkan yang berhubungan dengan penjualannya.
3. Place
Adalah
tempat jasa di tawarkan atau tempat untuk mendistribusikan produk.
4. Promotion
Adalah alat
utama untuk melakukan komunikasi persuasif dalam memberi kesadaran konsumen
tentang kebutuhannya.
5. Consumer
Adalah
pembeli produk atau penerima jasa dapat berupa induvidu keluarga kelompok
masyarakat atau lembaga.
VIII. PROSES
Proses pemasaran terdiri dari analisis peluang pasar,
meneliti dan memilih pasar sasaran, merancang strategi pemasaran, merancang
program pemasaran,dan mengorganisir, melaksanakan serta mengawasi usaha
pemasaran.
Proses pemasaran
dapat dijelaskan lebih rinci dalam langkah-langkah sebagai berikut:
Langkah ke-1
adalah analisis yaitu dengan membuat inventarisasi kelompok sasaran dan mencari
institusi yang dapat membantu dan bekerjasama.
Langkah ke-2
adalah melakukan riset untuk mengetahui tanggapan masyarakat terutama kelompok
terhadap produk atau jasa pelayanan yang akan diberikan.
Langkah ke-3
adalah menyusun strategi pemasaran. strategi yang digunakan merupakan
serangkaian tindakan terpadu menuju keunggulan kompetitif yang berkelanjutan.
Langkah ke-4
adalah monitoring dan evaluasi. Kegiatan monitoring adalah proses untuk
menemukan kekurangan atau kesalahan pada strategi yang telah ditetapkan.
Langkah ke-5
adalah pelaksanaan proses pemasaran. Kegiatan ini menggunakan media yang telah
dipersiapkan untuk menunjang progran melalui pesan-pesan sehingga akan mudah di
ingat oleh masyarakat luas ataupun khususnya bagi konsumen.
IX.
STRATEGI PEMASARAN
Strategi pemasaran adalah pengambilan keputusan-keputusan tentang biaya
pemasaran, bauran pemasaran, alokasi pemasaran dalam hubungan dengan keadaan
lingkungan yang diharapkan dan kondisi persaingan. Dalam strategi pemasaran,
ada tiga faktor utama yang menyebabkan terjadinya perubahan strategi dalam
pemasaran yaitu :
1. Daur hidup produk
Strategi harus disesuaikan dengan tahap-tahap daur hidup, yaitu tahap perkenalan, tahap pertumbuhan, tahap kedewasaan dan tahap kemunduran.
2. Posisi persaingan perusahaan di pasar
Strategi pemasaran harus disesuaikan dengan posisi perusahaan dalam persaingan, apakah memimpin, menantang, mengikuti atau hanya mengambil sebagian kecil dari pasar.
3. Situasi ekonomi
Strategi pemasaran harus disesuaikan dengan situasi ekonomi dan pandangan kedepan, apakah ekonomi berada dalam situasi makmur atau inflasi tinggi.
1. Daur hidup produk
Strategi harus disesuaikan dengan tahap-tahap daur hidup, yaitu tahap perkenalan, tahap pertumbuhan, tahap kedewasaan dan tahap kemunduran.
2. Posisi persaingan perusahaan di pasar
Strategi pemasaran harus disesuaikan dengan posisi perusahaan dalam persaingan, apakah memimpin, menantang, mengikuti atau hanya mengambil sebagian kecil dari pasar.
3. Situasi ekonomi
Strategi pemasaran harus disesuaikan dengan situasi ekonomi dan pandangan kedepan, apakah ekonomi berada dalam situasi makmur atau inflasi tinggi.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar